Agenda Bersama Tour Religi & Tilik Sejarah Insha'Allah pada tanggal 10-11 Mei 2025 nanti akan dilaksanakan Tour Religi & Tilik Sejarah Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan agenda bersama dari GP. Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU Ranting Kunir. Pemilihan tanggal keberangkatan juga telah disesuaikan dengan kalender libur nasional. Jika keberangkatan dimulai dari hari sabtu sore, nantinya pada senin dini hari rombongan sudah diperkiran tiba di rumah. Sebagai tambahan informasi, hari senin tanggal 12 Mei 2025 merupakan hari libur nasional (Peringatan Hari Raya Waisak) . Dengan kata lain masih ada waktu istirahat setelah perjalanan. Pendaftaran peserta dibuka untuk umum, jadi siapapun boleh mengikuti kegiatan tour religi & tilik sejarah ini. Informasi & pendaftaran peserta dapat langsung menghubungi panitia melalui nomor/link whatsapp berikut ini: Admin 1 (0821 3295 7944) Admin 2 (0857 4819 2954) Beberapa destinasi yang telah dijadwalkan antara lain: Syeikh Imam Hamba...
Anfa kunir terus bergerak ...
Berdasarkan hasil ngobrol dan sharing informasi dengan pimpinan ranting yang ada di ancab wonodadi mengenai inovasi apa yang telah dilakukan masing-masing ranting guna menggerakkan roda perekonomian organisasi, maka Anfa Kunir ingin mengadopsi program yang telah dilaksanakan oleh Anfa Kolomayan, Anfa Tawangrejo ataupun Anfa lain yang telah terlebih dahulu melaksanakan program bank/hibah sampah.
Program hibah sampah dengan sistem jemput sampah ...
Program ini betujuan untuk:
1. Menjaga kebersihan lingkungan
2. Melatih kesabaran & keistiqomahan
3. Mengisi kas organisasi
Untuk saat ini, karena masih awal, maka sistem yang dipakai oleh ranting kunir adalah hibah, jadi sahabat-sahabati secara sukarela memberikan sampah yang sekiranya laku untuk dijual.
Penjualannya satu bulan sekali, setiap anggota yang memiliki sampah berupa: kertas, kardus, botol plastik, botol kaca, besi bekas, wadah air mineral, ataupun sampah bekas lain yang laku untuk dijual dapat menghubungi koordinator di masing-masing dusun, koordinator akan mengambil sampah menggunakan gerobak. Sampah dari tiga dusun (Cemandi, Krajan, Manggar) akan dikumpulkan menjadi satu dan dipilah sesuai jenisnya yang kemudian akan dijual ke pengepul sampah ....
Mungkin hal seperti ini terlihat sepele dan tak seberapa, namun fakta berkata sebaliknya ...
Hal ini sudah pernah dibuktikan pada bulan oktober tahun 2017 silam. Dari hasil penyetoran seadanya pada saat itu dapat terkumpul uang bersih kurang lebih 100 Ribu Rupiah (sudah dipotong biaya operasional koordinator).
Jika dikalkulasi secara matematis, dari hasil tersebut, minimal bisa digunakan untuk fotokopi surat dan mengadakan rapat rutin setiap bulannya.
Namun pada 2 bulan setelahnya karena padatnya kegiatan dari ranting kunir, maka program tersebut belum dapat terlaksana.
Oleh karena itu, di awal tahun 2018 ini, program hibah sampah tersebut akan dimulai kembali dan diharapkan dapat terus berjalan dengan baik dan lancar.
Insyaallah jika program ini dapat terus berjalan, maka akan disempurnakan sistemnya, bisa bagi hasil berupa pembagian prosentase keuntungan bagi penyetornya (Bank Sampah),
Tentunya harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dan ditawarkan kepada para anggota yang lain,
Sekian persen masuk kas, dan sekian persen masuk kantong penyetor.
Yang jelas, hal yang terpenting adalah "terus bergerak dan berkembang". Seribu usulan dan saran tidak akan ada gunanya bila tanpa ada tindakan.
#NU #nahdlatululama #gpansor #banser #fatayatnu #ipnu #ippnu #ahlussunnahwaljamaahannahdliyyah #annahdliyyah #anfakunir #terusbergerak
Berdasarkan hasil ngobrol dan sharing informasi dengan pimpinan ranting yang ada di ancab wonodadi mengenai inovasi apa yang telah dilakukan masing-masing ranting guna menggerakkan roda perekonomian organisasi, maka Anfa Kunir ingin mengadopsi program yang telah dilaksanakan oleh Anfa Kolomayan, Anfa Tawangrejo ataupun Anfa lain yang telah terlebih dahulu melaksanakan program bank/hibah sampah.
Program hibah sampah dengan sistem jemput sampah ...
Program ini betujuan untuk:
1. Menjaga kebersihan lingkungan
2. Melatih kesabaran & keistiqomahan
3. Mengisi kas organisasi
Untuk saat ini, karena masih awal, maka sistem yang dipakai oleh ranting kunir adalah hibah, jadi sahabat-sahabati secara sukarela memberikan sampah yang sekiranya laku untuk dijual.
Penjualannya satu bulan sekali, setiap anggota yang memiliki sampah berupa: kertas, kardus, botol plastik, botol kaca, besi bekas, wadah air mineral, ataupun sampah bekas lain yang laku untuk dijual dapat menghubungi koordinator di masing-masing dusun, koordinator akan mengambil sampah menggunakan gerobak. Sampah dari tiga dusun (Cemandi, Krajan, Manggar) akan dikumpulkan menjadi satu dan dipilah sesuai jenisnya yang kemudian akan dijual ke pengepul sampah ....
Mungkin hal seperti ini terlihat sepele dan tak seberapa, namun fakta berkata sebaliknya ...
Hal ini sudah pernah dibuktikan pada bulan oktober tahun 2017 silam. Dari hasil penyetoran seadanya pada saat itu dapat terkumpul uang bersih kurang lebih 100 Ribu Rupiah (sudah dipotong biaya operasional koordinator).
Jika dikalkulasi secara matematis, dari hasil tersebut, minimal bisa digunakan untuk fotokopi surat dan mengadakan rapat rutin setiap bulannya.
Namun pada 2 bulan setelahnya karena padatnya kegiatan dari ranting kunir, maka program tersebut belum dapat terlaksana.
Oleh karena itu, di awal tahun 2018 ini, program hibah sampah tersebut akan dimulai kembali dan diharapkan dapat terus berjalan dengan baik dan lancar.
Insyaallah jika program ini dapat terus berjalan, maka akan disempurnakan sistemnya, bisa bagi hasil berupa pembagian prosentase keuntungan bagi penyetornya (Bank Sampah),
Tentunya harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dan ditawarkan kepada para anggota yang lain,
Sekian persen masuk kas, dan sekian persen masuk kantong penyetor.
Yang jelas, hal yang terpenting adalah "terus bergerak dan berkembang". Seribu usulan dan saran tidak akan ada gunanya bila tanpa ada tindakan.
#NU #nahdlatululama #gpansor #banser #fatayatnu #ipnu #ippnu #ahlussunnahwaljamaahannahdliyyah #annahdliyyah #anfakunir #terusbergerak